Patroli Subuh Ramadhan, Kapolsek Tanjung Karang Barat Fokus Cegah Tawuran dan Perang Sarung di Bandar Lampung

banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung — wartaonelampung.com, Jajaran Polsek Tanjung Karang Barat meningkatkan patroli rutin selama bulan suci Ramadhan guna mengantisipasi tawuran dan aksi perang sarung yang kerap melibatkan anak-anak dan remaja.

Kapolsek Tanjung Karang Barat, Ono Karyono, mengatakan bahwa patroli difokuskan pada titik-titik rawan yang selama ini sering terjadi gangguan kamtibmas, khususnya pada waktu dini hari menjelang sahur hingga setelah pelaksanaan salat Subuh.

“Patroli ini memang rutin kami lakukan setiap bulan puasa. Namun, di bulan Ramadhan intensitasnya kami tingkatkan karena biasanya anak-anak dan remaja keluar rumah setelah Subuh. Kami antisipasi agar tidak terjadi tawuran maupun perang sarung yang berpotensi melukai orang lain,” ujar Ono Karyono kepada awak media wartaonelampung.com, Kamis (19/2/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung di ruang Kapolsek yang beralamat di Jl. Bung Tomo No.8, Gedong Air, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Bandar Lampung.

Ia menjelaskan, fokus pengamanan mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, yakni pada lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul remaja. Waktu yang dinilai paling rawan terjadi gangguan keamanan adalah dini hari, menjelang sahur, serta setelah salat Subuh.

Dalam pelaksanaannya, Polsek Tanjung Karang Barat membentuk tim patroli yang bergerak secara bergantian setiap hari. Kegiatan tersebut dipimpin oleh perwira pengawas dan melibatkan personel patroli bermotor, termasuk unit patroli yang melakukan pemantauan langsung ke wilayah permukiman.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan secara persuasif kepada anak-anak dan remaja agar mengisi waktu setelah Subuh dengan kegiatan positif, seperti kembali ke masjid atau pulang ke rumah.

“Kami mengingatkan adik-adik kita supaya tidak sekadar keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Kami arahkan untuk melakukan kegiatan yang positif, karena jika hanya berkeliaran di jalan, dikhawatirkan bisa memicu perbuatan pidana,” jelasnya.

Ono Karyono juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak selama bulan Ramadhan.

“Anak-anak sampai usia 18 tahun itu masih menjadi tanggung jawab orang tua. Kami berharap orang tua lebih memperhatikan kegiatan anak-anaknya, terutama setelah salat tarawih. Kalau anak belum pulang, tolong segera dikontrol dan dipantau,” katanya.

Ia berharap, melalui peningkatan patroli serta peran aktif masyarakat dan keluarga, situasi keamanan di wilayah Tanjung Karang Barat tetap kondusif selama Ramadhan.

“Mudah-mudahan di bulan puasa ini tidak ada lagi anak-anak yang terlibat tawuran maupun perang sarung. Mari sama-sama kita jaga anak-anak kita,” tutupnya. (Rin)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *