Dua Mahasiswi Hanyut di Lokasi Wisata Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Pulau Pasaran

banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung – wartaonelampung.com, Pencarian dua mahasiswi yang dilaporkan hanyut di kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Timur, akhirnya membuahkan hasil. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir perairan Pulau Pasaran, Kamis (2/4/2026) pagi.

Proses pencarian pada hari kedua melibatkan tim gabungan dari Polsek Teluk Betung Timur, Dit Polairud Polda Lampung, BPBD, serta relawan yang turut dibantu para nelayan setempat. Penyisiran dilakukan sejak pagi hari dengan memperluas area hingga ke wilayah perairan.

Kapolsek Teluk Betung Timur, Kompol Toni Apriadi, membenarkan bahwa kedua korban telah ditemukan setelah dilakukan pencarian intensif sejak kemarin.

“Alhamdulillah, kedua korban sudah ditemukan pagi ini di wilayah perairan Pulau Pasaran, namun dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kompol Toni, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya tim gabungan telah menyisir aliran sungai dari titik awal kejadian di Wira Garden hingga ke hilir, termasuk Sukarame II, Olok Gading, Perwata, dan Kota Karang, sebelum akhirnya korban ditemukan di wilayah pesisir.

Peristiwa hanyutnya kedua korban terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kedua korban berinisial F. (22), warga Tulang Bawang Barat, dan B.R. (22), warga Kota Metro, yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Bandar Lampung.

Kejadian bermula saat korban bersama dua rekannya datang ke lokasi wisata sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah sempat diguyur hujan deras, keempatnya beraktivitas di sekitar aliran sungai dan berfoto di atas batu.

Namun secara tiba-tiba, arus deras dari hulu sungai datang dan menyeret dua korban. Sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke tepi.

“Dua korban terbawa arus, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri,” jelas Kompol Toni, Kamis (2/4/2026).

Dengan ditemukannya kedua korban, proses pencarian resmi dihentikan. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di sekitar aliran sungai yang rawan terjadi banjir bandang secara tiba-tiba. (***)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/