Pemkab Lampung Selatan Perkuat Program HELAU, Sampah Organik Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi Lewat Eco Enzyme

banner 120x600
banner 468x60

Lamsel, Kalianda – wartaonelampung.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mengintensifkan upaya pelestarian lingkungan melalui inovasi pengelolaan sampah organik yang tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari implementasi Program HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang diusung Bupati Lampung Selatan.

Komitmen itu diwujudkan melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik yang menghadirkan Nusa Semaka Creativepreneur sebagai narasumber mengenai pemanfaatan Eco Enzyme dan Fruit Enzyme.

Kegiatan berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (22/6/2026), dan dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.

Dalam sambutannya, Tri Umaryani menegaskan bahwa persoalan sampah organik masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar limbah rumah tangga tidak lagi berakhir sebagai sampah, melainkan diolah menjadi produk yang bermanfaat.

“Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa sampah organik dapat diolah menjadi eco enzyme yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti sabun, pupuk organik, antiseptik, produk perawatan kulit hingga minuman kesehatan,” ujarnya.

Menurut Tri, kegiatan tersebut selaras dengan visi Program HELAU yang mengedepankan terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan produktif melalui keterlibatan aktif masyarakat. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga mampu menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang usaha baru.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran SPPG dinilai penting mengingat banyak limbah organik, khususnya sisa sayur dan buah, yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco enzyme sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat lebih.

Sementara itu, perwakilan Nusa Semaka Creativepreneur, Eka Khairunisa, menjelaskan bahwa inovasi eco enzyme dan fruit enzyme yang dikembangkan memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar pupuk organik.

Menurut Eka, produk tersebut dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan rumah tangga dan kesehatan, mulai dari sabun, facial wash, face cream, salep kulit hingga minuman kesehatan. Produk tersebut dibuat melalui perpaduan 55 jenis buah maupun kulit buah dengan 10 jenis minyak premium yang menghasilkan produk ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai tambah.

“Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan secara luas melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Selain mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah organik, pengolahan eco enzyme juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Eka.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Edukasi mengenai eco enzyme diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat implementasi Program HELAU sekaligus membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengubah sampah menjadi sumber manfaat serta nilai ekonomi. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/