BANDARLAMPUNG — wartaonelampung.com Pemerintah Provinsi Lampung menutup secara resmi rangkaian kegiatan AI Ideathon Lampung 2025 bertema “Desaku Maju” yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab tantangan pembangunan desa.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, sekaligus penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik, Rabu (7/1/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung.
AI Ideathon Lampung merupakan program kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Amazon Web Services (AWS), dengan dukungan Westcon-Comstor sebagai mitra distributor AWS.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah melalui pelatihan cloud computing dan generative artificial intelligence.
Sebanyak 164 peserta mengikuti program ini, yang berasal dari beragam latar belakang, terdiri atas 32 ASN terpilih, 51 mahasiswa, 44 tenaga pendidik, serta 37 peserta umum.
Pelatihan berlangsung sejak 3 Oktober 2025, mencakup pengenalan teknologi cloud, pemanfaatan AI generatif, hingga praktik pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Dari seluruh peserta, 25 orang terbaik terpilih mengikuti pelatihan lanjutan dengan pendampingan langsung dari para ahli AWS.
Selanjutnya, 10 peserta unggulan memperoleh kesempatan mengikuti ujian AWS AI Practitioner Foundational Certification sebagai bentuk pengakuan kompetensi.
Pada tahap akhir, para peserta ditantang untuk merancang aplikasi AI yang mampu menjawab persoalan nyata di desa-desa Provinsi Lampung.
Dari proses tersebut, dihasilkan 41 aplikasi inovatif yang kemudian melalui tahap penilaian oleh dewan juri yang melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Lampung, AWS, serta Yayasan Sagasitas Indonesia sebagai delivery partner.
Tiga aplikasi terbaik berhasil meraih penghargaan, yakni AI Aqua Guard, sistem peringatan dini kualitas air tambak karya Brilian Amanat Taqwa; Agri Desa Go AI, asisten pertanian desa berbasis AI karya Gani Sancahyo; serta Fitrah Learn, platform pembelajaran cerdas untuk peningkatan mutu pendidikan daerah karya Farah Qotrunnada. Ketiga finalis mempresentasikan inovasinya langsung di hadapan Gubernur dan jajaran.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan gagasan inovatif yang lahir dari kegiatan ini. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dan inovasi merupakan kunci penting dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, khususnya di tingkat daerah dan desa.
Gubernur menyoroti bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai penopang utama ekonomi Lampung masih membutuhkan sentuhan teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani serta nelayan.
“Banyak negara memiliki komoditas yang sama, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar karena penguasaan teknologi dan inovasi. Di sinilah peran AI menjadi sangat strategis,” ujarnya.
Ia berharap inovasi berbasis AI yang dihasilkan dari AI Ideathon Lampung dapat menjadi solusi konkret bagi desa, mulai dari pengambilan keputusan komoditas, pengendalian hama dan penyakit, hingga peningkatan efisiensi produksi.
Menurut Gubernur, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda kreatif menjadi fondasi penting agar Lampung mampu beradaptasi dan berperan aktif dalam ekosistem inovasi digital nasional.
“Jangan berhenti pada kompetisi. Ide-ide yang lahir hari ini harus berlanjut menjadi produk, kebijakan, dan layanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan AI Ideathon Lampung 2025, Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital, memperkuat ekosistem inovasi daerah, serta mendorong terwujudnya desa-desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing di era teknologi. (*)















