Kapolda Lampung Pimpin Panen Jagung, Produksi Kuartal IV Tembus 86 Ribu Ton

banner 120x600
banner 468x60

LAMPUNG – wataonelampung.com, Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan di Provinsi Lampung. Kepolisian Daerah Lampung menggelar Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 dengan total produksi mencapai 86.604 ton hingga awal Januari 2026.

Kegiatan panen raya ini berlangsung di Dusun IV Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (8/1/2026), dan dihadiri langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama unsur Forkopimda serta pemangku kepentingan sektor pertanian.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan institusi terhadap program strategis pemerintah, khususnya percepatan swasembada jagung.

Menurutnya, Polri tidak hanya berperan menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir mendampingi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi bangsa. Karena itu, Polri ikut mengambil peran aktif agar produksi pertanian di Lampung terus meningkat dan memberi manfaat langsung bagi petani,” ujar Helfi.

Berdasarkan data hingga awal Januari 2026, luas tanam jagung di Lampung telah mencapai 12.372,81 hektare dari total potensi lahan 15.086,81 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung yang berhasil dipanen mencapai 86.604 ton.

Untuk lahan binaan Polda Lampung, panen telah dilakukan di area seluas 57 hektare dengan hasil sekitar 285 ton. Sementara total lahan binaan Polri yang dipanen pada Kuartal IV mencapai 74,78 hektare dengan estimasi produksi 523,46 ton.

Program penanaman jagung ini menggunakan sejumlah varietas unggulan seperti BISI 18, NK Sumo, NK 212, dan NK 306 yang terbukti mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di Lampung serta menghasilkan produktivitas rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.

Kapolda Lampung juga menekankan pentingnya penanganan pascapanen secara tepat, mulai dari ketersediaan pupuk sesuai RDKK hingga teknik panen dan penyimpanan yang baik, agar kualitas jagung tetap terjaga dan bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan pengelolaan yang baik, petani bisa memperoleh hasil yang maksimal dan harga jual tetap stabil,” katanya.

Selain panen raya, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa alat mesin pertanian, seperti traktor roda dua dan roda empat, hand sprayer, PH meter, serta bantuan benih jagung kepada Gabungan Kelompok Tani.

Helfi menambahkan, hingga 8 Januari 2026, penyerapan jagung oleh Bulog Lampung telah mencapai 19.724,27 ton atau sekitar 23 persen dari target nasional sebesar 87.500 ton. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi penyumbang produksi jagung terbesar secara nasional.

“Kami berharap kolaborasi lintas sektor terus ditingkatkan, termasuk penyediaan fasilitas pengering jagung, agar hasil panen tetap berkualitas dan kesejahteraan petani semakin baik,” tutupnya. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *