Bertahun-tahun Rusak, Jalan Kabupaten Gedung Meneng Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desak Pemerintah Bertindak

banner 120x600
banner 468x60

Tulang Bawang – wartaonelampung.com, Senin 19 Januari 2026 Kekecewaan masyarakat Kecamatan Gedung Meneng terhadap pemerintah daerah kian menguat. Warga kembali mempertanyakan kelanjutan penanganan kerusakan jalan kabupaten yang hingga kini belum juga diperbaiki, meskipun permasalahan tersebut sebelumnya sempat viral dan ramai diberitakan oleh berbagai media online.

Hingga pertengahan Januari 2026, belum terlihat adanya langkah nyata dari pemerintah daerah, baik berupa peninjauan lapangan maupun rencana perbaikan yang jelas. Kondisi ini membuat masyarakat menilai pemerintah terkesan mengabaikan keluhan warga yang setiap hari harus menghadapi risiko keselamatan akibat jalan rusak.

Jalan yang dikeluhkan tersebut merupakan akses utama menuju Kantor Kecamatan Gedung Meneng dan menjadi jalur vital bagi masyarakat dari sedikitnya 11 desa, di antaranya Desa Bandarrejo, Bandar Rahayu, serta desa-desa lainnya di wilayah kecamatan tersebut.

Selain berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, jalan ini juga menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga akses menuju kawasan industri PT Sugar Group Companies (SGC).

Warga mengungkapkan, kerusakan jalan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan. Permukaan jalan yang berlubang, bergelombang, dan rusak parah semakin membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Genangan air kerap menutup lubang-lubang besar di badan jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

“Kondisinya sudah lama rusak, tapi seperti tidak pernah menjadi prioritas. Setiap hari kami melewati jalan ini dengan rasa was-was,” ujar salah satu warga Gedung Meneng yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Warga mengeluhkan biaya transportasi yang meningkat akibat kerusakan kendaraan, keterlambatan distribusi hasil pertanian, serta terhambatnya aktivitas usaha kecil. Selain itu, akses menuju fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas dan sekolah menjadi terganggu.

Masyarakat menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga. Padahal, jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung roda perekonomian dan pelayanan publik di Kecamatan Gedung Meneng.

“Kami tidak menuntut yang berlebihan, kami hanya meminta hak kami sebagai warga. Jalan ini sangat penting, tapi sudah bertahun-tahun tidak pernah kami rasakan pembangunan,” ungkap perwakilan masyarakat setempat.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan janji, tetapi segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jalan yang sebenarnya. Mereka juga meminta agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama.

Jika tidak ada perhatian serius dalam waktu dekat, masyarakat khawatir persoalan ini akan terus berlarut-larut dan berdampak pada semakin terganggunya aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta keselamatan warga Kecamatan Gedung Meneng.

Keluhan pun diprediksi akan terus berlanjut hingga pemerintah benar-benar menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *