PESAWARAN — wartaonelampung.com, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengalihkan fokus penanganan pasca-bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Tegineneng dari sekadar pembersihan ke percepatan pemulihan rumah warga dan fasilitas umum.
Hal tersebut ditegaskan Nanda Indira B saat melakukan kunjungan lapangan di sejumlah titik terdampak di wilayah Kabupaten Pesawaran, Senin (16/2/2026). Dalam tinjauan itu, Bupati memerintahkan seluruh perangkat daerah terkait untuk memprioritaskan rumah rusak berat agar segera bisa dihuni kembali.
Menurut Bupati, pemerintah daerah tidak ingin proses penanganan berhenti pada tahap darurat semata. “Yang terpenting sekarang adalah memastikan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman, anak-anak tetap bisa sekolah, dan lingkungan segera pulih,” ujarnya di sela dialog dengan warga.
Data awal yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Pesawaran menunjukkan sedikitnya 132 rumah terdampak di lima desa, yakni Desa Gedung Gumanti, Desa Kejadian, Desa Kresnowidodo, Desa Sriwedari, dan Desa Bumi Agung. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan bangunan semi permanen.
Selain hunian warga, sektor pendidikan turut menjadi perhatian karena beberapa sekolah mengalami kerusakan struktural ringan hingga sedang. Di antaranya SDN 29 Tegineneng, SDN 19 Tegineneng, serta SMP 6 Pesawaran. Pemerintah daerah meminta pihak sekolah berkoordinasi dengan dinas teknis agar proses belajar tidak terganggu.
Untuk menjamin kelancaran distribusi bantuan dan keamanan lokasi, aparat dari Polres Pesawaran bersama unsur TNI tetap disiagakan membantu pengamanan, pembersihan pohon tumbang, serta pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan.
Pada tahap awal pemulihan, pemerintah menyalurkan bantuan bahan bangunan, logistik pangan, perlengkapan tidur, serta paket makanan siap saji. Bantuan khusus bagi rumah kategori rusak berat juga dilengkapi melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional guna mempercepat rehabilitasi bangunan.
Di sektor usaha, dua kandang ayam yang terdampak dilaporkan mengalami kerusakan total, salah satunya milik perusahaan kemitraan PT Ciomas Adisatwa. Pemerintah daerah menyatakan akan memfasilitasi pendataan lanjutan agar kerugian pelaku usaha bisa diusulkan dalam skema bantuan pemulihan.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah membuka posko koordinasi pemulihan di tingkat kecamatan untuk memastikan seluruh laporan warga tertangani. Ia juga mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya. (Rin)















