Begawi Festival 2026 Jadi Panggung Generasi Muda Promosikan Budaya dan Pariwisata Lampung Selatan

banner 120x600
banner 468x60

LAMSEL, Katibung – wartaonelampung.com, Begawi Festival 2026 sukses menjadi ajang kolaborasi generasi muda dalam mengangkat potensi budaya, lingkungan, dan pariwisata Kabupaten Lampung Selatan.

Festival yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) di Radin Inten Beach (eks Pantai Pasir Putih), Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Sabtu (11/7/2026), menjadi simbol sinergi antara mahasiswa, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun daerah berbasis kearifan lokal.

Mengusung tema “Akselerasi Generasi Muda dalam Harmonisasi dan Kreativitas terhadap Kelestarian Lingkungan di Bumi Siger Lampung”, kegiatan tersebut melibatkan ratusan mahasiswa, pelajar, dan relawan dari berbagai daerah. Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, festival ini juga menjadi media promosi destinasi wisata dan kekayaan budaya Lampung kepada khalayak yang lebih luas.

Beragam kegiatan bertema pelestarian lingkungan dipadukan dengan pertunjukan seni dan budaya khas Lampung, baik dari adat Sai Batin maupun Pepadun. Penampilan tersebut menjadi upaya nyata menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Festival ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Lampung.

“Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian identitas daerah melalui penguatan falsafah hidup masyarakat Lampung, khususnya nilai-nilai Piil Pesenggiri, agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Mirza.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan melalui pelestarian adat dan budaya. Menurutnya, keberagaman budaya merupakan kekuatan yang harus dijaga sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.

“Tokoh-tokoh adat adalah pemersatu. Kekayaan adat dan budaya jangan sampai menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Saya ingin masyarakat Lampung hidup setara, sejahtera, dan berkeadilan,” kata Zulhas.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemerintah, termasuk pengembangan kawasan wisata serta koperasi desa yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Begawi Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian budaya, pengembangan kreativitas generasi muda, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Begawi Festival 2026 pun menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga warisan budaya, merawat lingkungan, sekaligus mempromosikan pesona wisata Lampung Selatan ke tingkat yang lebih luas. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/