Lamsel, Way Panji – wartaonelampung.com, Kemegahan Upacara Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, tidak hanya menjadi simbol kuatnya tradisi masyarakat Hindu Bali, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar sebagai magnet wisata budaya di Provinsi Lampung.
Deretan bade dan petulangan yang menjulang megah dengan ornamen keemasan menghiasi sepanjang Dusun Pandearge. Harum dupa yang memenuhi udara berpadu dengan lantunan doa menciptakan suasana sakral, menghadirkan nuansa khas Pulau Dewata di tengah wilayah Lampung Selatan.
Pemandangan budaya yang tetap lestari itu mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, saat menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Massal, Selasa (4/8/2026).
Menurut Zita, Balinuraga memiliki kekuatan budaya yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Kekayaan adat, kreativitas masyarakat, serta semangat menjaga tradisi dinilai menjadi modal besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Saya melihat masyarakat Balinuraga sangat ramah, budayanya masih sangat kuat, dan kreativitas masyarakatnya luar biasa. Potensi seperti ini harus terus didukung agar Balinuraga menjadi salah satu destinasi wisata budaya kebanggaan Lampung Selatan,” ujar Zita.
Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak hanya bertujuan menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan melalui sektor pariwisata.
Ngaben Massal 2026 menjadi salah satu prosesi keagamaan Hindu terbesar di Provinsi Lampung. Pada puncak pelaksanaan Ngerit yang dijadwalkan berlangsung Jumat, 7 Agustus 2026, sebanyak 153 sawa akan mengikuti prosesi sakral tersebut.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak pertengahan Juni melalui semangat gotong royong ribuan warga. Pembangunan bade, petulangan, hingga perlengkapan upacara dikerjakan bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para leluhur sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Semangat kebersamaan masyarakat itu menjadi kesan tersendiri bagi Zita. Ia mengaku bangga melihat antusiasme warga yang tetap menjaga nilai-nilai budaya dengan penuh kekompakan.
“Saya sangat bangga dengan masyarakat Desa Balinuraga. Saya menerima undangan kegiatan ini sejak beberapa hari lalu dan melihat antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana budaya ini dirawat dengan penuh kebersamaan. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.
Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat Ngaben Massal Balinuraga terus berkembang hingga dikenal sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Lampung.
Zita juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Hindu di Lampung Selatan yang dinilai konsisten menjaga kelestarian budaya sekaligus ikut mempromosikan daerah melalui berbagai tradisi yang dimiliki.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang ada di Lampung Selatan. Bapak dan Ibu telah ikut membantu pemerintah daerah menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan ini,” ucapnya.
Pelaksanaan Ngaben Massal tahun ini juga menarik perhatian kalangan akademisi internasional. Assoc. Prof. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, hadir untuk menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi masyarakat Hindu Bali di Balinuraga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), jajaran kepala perangkat daerah, Ketua PHDI Lampung Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, Camat Way Panji, tokoh adat, tokoh agama, Kepala Desa Balinuraga, panitia, serta ribuan masyarakat.
Kemegahan Ngaben Massal Balinuraga kembali menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset berharga yang mampu memperkuat identitas daerah, mempererat kebersamaan masyarakat, serta membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan peningkatan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan. (Rin)















