Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Marindo Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

banner 120x600
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – wartaonelampung.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melantik satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan dua Pejabat Fungsional di lingkungan Pemprov Lampung.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan tersebut dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (9/10/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Imam Ghozali dipercaya mengemban jabatan sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, dua pejabat fungsional yang dilantik yakni Wulan Suci Mokobombang sebagai Psikolog Klinis Ahli Pertama pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung dan Jefri Sofian Leksana sebagai Dokter Ahli Pertama pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mengatakan rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika birokrasi serta penyelenggaraan tata kelola pemerintahan.

Namun demikian, menurutnya, setiap aparatur pemerintah harus tetap menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas.

“Pengabdian kita kepada masyarakat Lampung adalah tugas utama. Di tengah dinamika permasalahan masyarakat yang kompleks, diperlukan pejabat yang mampu merumuskan kebijakan-kebijakan solutif dan peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat,” kata Marindo.

Ia secara khusus menyoroti peran Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang dinilai strategis dalam memberikan masukan dan telaahan kepada pimpinan, terutama dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan bonus demografi.

Marindo mengatakan, besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dikelola secara optimal agar dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah.

Karena itu, diperlukan kebijakan yang strategis, objektif, dan konstruktif, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, produktivitas tenaga kerja, perlindungan sosial, serta penguatan karakter generasi muda.

“Ke depan, kita akan menghadapi bonus demografi yang merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah. Besarnya SDM usia produktif harus mampu kita kelola menjadi kekuatan pembangunan,” tegasnya.

Menurut Marindo, penguatan pembangunan manusia tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk menghadapi berbagai persoalan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita harus bersama-sama mempersiapkan generasi yang unggul, produktif, dan berdaya saing dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih maju,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Marindo menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berpesan agar jabatan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.

Ia mengingatkan bahwa jabatan, pangkat, dan kekuasaan bukanlah sesuatu yang bersifat kekal. Karena itu, setiap pejabat dituntut meninggalkan karya dan keteladanan selama menjalankan amanah.

“Jabatan, pangkat, dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki batas waktu. Yang akan menjadi legacy adalah nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai karya, keteladanan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/