Akhir 2025, Wali Kota Bandar Lampung Siap Launching Pasar Kreatif Siger Sukaraja: Pusat Baru Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya

banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung — wartaonelampung.com,
Akhir 2025, Wali Kota Bandar Lampung Siap Launching Pasar Kreatif Siger Sukaraja: Pusat Baru Ekonomi Kreatif, Kuliner, dan Seni Budaya, Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui inovasi ruang publik baru.

Menjelang akhir tahun 2025, Wali Kota Bandar Lampung dijadwalkan meresmikan Pasar Kreatif Siger Sukaraja, sebuah kawasan terpadu yang menggabungkan konsep food festival, pasar seni, serta ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif lokal.

Area bekas Terminal Sukaraja yang sebelumnya kurang optimal kini disulap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan budaya. Transformasi ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot dalam membuka ruang ekspresi bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung, Ahmad Husna, menjelaskan bahwa keberadaan pasar ini akan menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk unggulan mereka.

“Pasar Kreatif Siger Sukaraja nantinya memasarkan hasil karya UMKM warga Bandar Lampung serta menampilkan seni budaya dengan mengisi 28 kios yang telah disiapkan,” ungkapnya pada Senin (17/11/2025).

Pasar Kreatif ini akan beroperasi mulai pagi hingga pukul 21.00 WIB setiap hari. Selain area kios, bagian tengah kawasan pasar akan dilengkapi dengan tenda utama yang difungsikan sebagai ruang pertunjukan seni. Beragam kegiatan dapat disaksikan di sini, mulai dari musik, tari, teater, hingga pameran lukisan dan kerajinan tangan.

Husna menambahkan, konsep utamanya menyerupai food festival dan pasar seni yang menyajikan perpaduan kuliner nusantara, kreativitas lokal, dan berbagai produk kerajinan.

“Di sini masyarakat bisa menikmati kuliner, melihat kreativitas pengerajin, bahkan tersedia saung pengajian bagi pengunjung yang ingin mendengarkan tausiah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi, tetapi juga ruang sosial dan budaya.

“Ini bukan sekadar pasar, tetapi ruang ekspresi masyarakat. Kita berikan ruang untuk bersosialisasi dengan budaya sekaligus kegiatan keagamaan,” kata Husna.

Untuk mendorong pelaku UMKM lebih produktif, Pemkot menyediakan fasilitas kios gratis selama enam bulan pertama. Sistem pengelolaan kios juga dibuat dinamis, sehingga setiap ruang usaha tetap aktif dan menarik minat pengunjung.

“Kalau ada pelaku UMKM yang tidak aktif lebih dari seminggu, akan diganti. Karena banyak juga yang menunggu giliran. Tujuannya agar Pasar Kreatif ini benar-benar hidup setiap hari,” tegasnya.

Ahmad Husna berharap, hadirnya Pasar Kreatif Siger Sukaraja dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di Bandar Lampung. Selain menambah lapangan kerja, pasar ini juga diproyeksikan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan seni budaya di kota ini.

“Kami berharap Pasar Kreatif Siger Sukaraja mampu memperkuat ekonomi kreatif dan menjadi magnet baru bagi wisatawan,” tandasnya. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *