BANDAR LAMPUNG – wartaonelampung.com, Suasana sore di kawasan pesisir Bandar Lampung berubah lebih hiruk dari biasanya. Arus kendaraan dan pejalan kaki silih berganti menuju Pasar Gudang Lelang Telukbetung, sehari menjelang masuknya bulan suci Ramadhan.
Pantauan wartaonelampung.com, menunjukkan, denyut aktivitas pasar mulai terasa sejak pukul 14.00 WIB. Pedagang, buruh angkut, hingga pembeli memenuhi area gedung lelang yang berada di Jalan Ikan Bawal No. 62, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan.

Bukan sekadar pasar ikan biasa, sore itu menjadi momen penting bagi pedagang karena bertepatan dengan jadwal pelelangan hasil tangkapan laut yang baru saja sandar dari kapal.
Priska, salah satu penjual ikan di gedung lelang, mengaku penjualan hari ini jauh lebih ramai dibanding hari-hari sebelumnya.“Alhamdulillah, hari ini laris. Banyak pembeli karena memang ikan baru turun dari kapal,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan lelang ikan di pasar tersebut berlangsung rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan. Pada hari-hari tertentu, terutama menjelang Ramadhan, pasokan justru meningkat karena nelayan memaksimalkan waktu melaut untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.
“Kalau hari lelang seperti ini, stoknya lebih banyak. Jenis ikannya juga lebih lengkap,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Fiska, pedagang lainnya. Menurutnya, hari ini merupakan salah satu jadwal lelang besar, sehingga pembeli dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung datang lebih awal agar bisa memilih ikan terbaik.
Sementara itu, Ani, seorang pembeli, mengaku sengaja datang langsung ke gedung lelang untuk berbelanja kebutuhan lauk sahur.
“Di sini harganya lebih murah, ikannya juga masih segar-segar. Lumayan buat stok makan sahur sama keluarga malam nanti,” katanya.Ia berharap, memasuki awal Ramadan harga kebutuhan laut tetap stabil.
“Mudah-mudahan ikan, udang, sama cumi tidak naik mahal. Semoga tetap normal,” ujarnya.
Kepadatan pengunjung di pasar gudang lelang sore itu menjadi gambaran bagaimana jalur distribusi hasil laut mulai bergerak lebih cepat menjelang puasa. Dari kapal nelayan, menuju meja lelang, lalu langsung ke dapur-dapur warga, pasar ini kembali menjadi titik penting penopang kebutuhan pangan laut masyarakat pesisir Bandar Lampung. (Rin)















