Pelepasan Ekspor Perdana 3.330 Ton Tepung Tapioka ke Tiongkok dari Pelabuhan Panjang

banner 120x600
banner 468x60

Bandarlampung — wartaonelampung.com, Pelabuhan Regional 2 Panjang kembali mencatatkan tonggak penting dalam mendukung pertumbuhan ekspor daerah melalui ceremony pelepasan ekspor perdana tepung tapioka ke Tiongkok, Selasa (05/05/2026).

Ekspor ini menjadi bagian dari penguatan hilirisasi hasil bumi Provinsi Lampung, dengan singkong sebagai salah satu komoditas unggulan yang telah menembus pasar internasional. Ke depan, komoditas tepung tapioka juga direncanakan terus merambah berbagai negara lain yang telah menjalin kerja sama dagang dengan Indonesia.

Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka dengan nilai ekspor sekitar Rp26 miliar diberangkatkan melalui Pelabuhan Panjang. Ekspor tersebut dilakukan oleh CV Intan Group sebagai mitra Pelindo Regional 2 Panjang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, didampingi Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung. Turut hadir pula perwakilan instansi terkait seperti Balai Karantina, KSOP Kelas I Panjang, Bea Cukai Kanwil Sumbagbar, serta asosiasi maritim di lingkungan Pelabuhan Regional 2 Panjang.

Dalam sambutannya, CEO Intan Group, Jeremy Gozal, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam realisasi ekspor perdana ini. Ia menegaskan optimisme bahwa tepung tapioka asal Lampung mampu bersaing di pasar global, khususnya di Tiongkok.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, menegaskan komitmen dalam menjamin kualitas dan keamanan komoditas ekspor. Ia memastikan seluruh proses karantina telah memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan sehingga produk yang dikirim aman dan memiliki daya saing tinggi.

Gubernur Lampung dalam sambutannya menyatakan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata kekuatan komoditas unggulan daerah. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan terus mendorong kemudahan serta memberikan dukungan bagi pelaku usaha agar aktivitas ekspor semakin meningkat.

Di sisi lain, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, menegaskan komitmen Pelindo dalam memastikan kelancaran arus logistik dan kegiatan ekspor. Ia menyebut sinergi antar stakeholder sebagai kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor logistik.

Pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperluas pasar global bagi komoditas Lampung, khususnya tepung tapioka, sekaligus memperkuat peran Pelabuhan Panjang sebagai gerbang logistik utama di wilayah Sumatera bagian selatan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis Sertifikat Phytosanitari dan Nota Pelayanan Ekspor (NPE), serta prosesi “pecah kendi” yang dilakukan oleh Gubernur Lampung bersama para tamu undangan. (Rin)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/