POLRI Garda Terdepan Lindungi Kalimantan, Personel Ditsamapta Polda Kaltara Tangani Tiga Lokasi Karhutla di Bulungan

banner 120x600
banner 468x60

Bulungan, Kalimantan Utara — wartaonelampung.com, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan aksi nyata dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Personel Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Utara bergerak cepat menangani kebakaran di tiga titik rawan di wilayah Kabupaten Bulungan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memadamkan api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas perekonomian.

Penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman langsung di lokasi, patroli di kawasan rawan, serta koordinasi dengan BPBD, masyarakat, dan instansi terkait.
Polri juga terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli rutin dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Data yang dikutip dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menunjukkan persoalan karhutla di Kalimantan masih menjadi ancaman serius. Pada 2026, tercatat puluhan ribu titik panas atau hotspot di Kalimantan, dengan sebagian besar berada di kawasan konsesi perusahaan.

Dari distribusi hotspot di kawasan konsesi perusahaan, sekitar 42,08 persen berada di area HGU perkebunan kelapa sawit, 30,87 persen di kawasan konsesi pertambangan, dan 27,05 persen di kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan persoalan kesehatan dan ekonomi.

Dari sisi lingkungan, karhutla dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem, serta meningkatnya emisi karbon.

Sementara dari aspek kesehatan, kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Dampak karhutla juga dapat meluas hingga ke sektor ekonomi. Gangguan transportasi dan logistik, terhambatnya aktivitas perdagangan, serta kerugian pada rantai pasok menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi.

Bahkan, asap akibat karhutla di Kalimantan dapat berdampak lintas negara hingga Malaysia. Kondisi kabut asap sebelumnya juga sempat menyebabkan ratusan sekolah di negara jiran tersebut ditutup untuk mengurangi dampak terhadap aktivitas belajar.

Hutan Kalimantan Terus Menyusut
Kalimantan dikenal sebagai salah satu kawasan hutan hujan tropis penting yang memiliki peran besar dalam menyerap karbon dioksida dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Namun, luas tutupan hutan terus mengalami penyusutan dalam beberapa dekade terakhir. Berbagai data lingkungan menunjukkan adanya penurunan luas hutan yang signifikan, sementara ancaman deforestasi dan karhutla terus berulang.

Karhutla yang terjadi hampir setiap tahun semakin memperbesar tekanan terhadap kawasan hutan Kalimantan. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Niño juga dapat memperburuk kondisi ketika musim kemarau menyebabkan lahan menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

Polri Perkuat Pencegahan dan Penindakan
Polri menegaskan komitmennya untuk menangani karhutla melalui tiga pendekatan utama, yakni preventif, represif, dan kolaboratif.

Dalam upaya preventif, personel diterjunkan ke wilayah rawan untuk melakukan patroli, pemantauan titik panas, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara langkah represif dilakukan melalui penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan.

Penegakan hukum diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan persoalan karhutla tidak terus berulang.

Di sisi lain, pendekatan kolaboratif dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, BPBD, masyarakat, dunia usaha, serta instansi terkait lainnya.

Penanganan tiga lokasi karhutla di Kabupaten Bulungan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih luas.
Hutan terbakar, masa depan terancam. Polri hadir, Kalimantan terlindungi.

Menjaga hutan berarti menjaga kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi mendatang. Stop karhutla sebelum terlambat. Bersama-sama, selamatkan hutan Kalimantan.Presisi untuk Negeri, Polri untuk Rakyat. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/