BANDAR LAMPUNG – wartaonelampung.com, Bhayangkara Presisi Lampung FC menatap kompetisi musim 2026/2027 dengan target lebih tinggi,setelah musim sebelumnya finis di peringkat kelima, klub kebanggaan masyarakat Lampung tersebut membidik posisi tiga besar sekaligus memperkuat perannya sebagai ruang kebersamaan dan perekat masyarakat.
Target tersebut disampaikan Kakorlantas Polri sekaligus CEO Bhayangkara Presisi Lampung FC, Irjen Pol Adi Wibowo, saat peluncuran skuad dan jersey baru di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).
Launching tersebut turut dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta jajaran Forkopimda se-Lampung.
Pada musim sebelumnya, Bhayangkara mencatatkan 16 kemenangan dari 34 pertandingan dan mengakhiri kompetisi di peringkat kelima. Performa positif juga terlihat saat bermain di kandang, dengan torehan 11 kemenangan dari 17 pertandingan.
Memasuki musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC melakukan penguatan skuad dengan kehadiran sejumlah pemain baru. Komposisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan dan membawa tim bersaing lebih jauh di papan atas kompetisi.
Target tiga besar tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berharap kehadiran pemain-pemain baru dapat memberikan kekuatan tambahan sekaligus meningkatkan prestasi tim.
Lebih dari sekadar prestasi olahraga, Gubernur menilai Bhayangkara Presisi Lampung FC telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.
“Bhayangkara sudah bukan milik Polri, tapi sudah menjadi milik masyarakat Lampung.”
Pernyataan tersebut menggambarkan semakin kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap Bhayangkara Presisi Lampung FC. Klub tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga menjadi representasi kebanggaan masyarakat Lampung.
Di sisi lain, momentum launching juga menunjukkan bagaimana sepak bola dapat menjadi bahasa bersama yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Olahraga tidak hanya menjadi arena kompetisi dan hiburan, tetapi juga ruang membangun komunikasi, mempererat persaudaraan serta menciptakan suasana yang sejuk di tengah masyarakat.
Bagi Polri, semangat tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan cooling system melalui ruang-ruang publik yang dekat dengan masyarakat. Sepak bola menghadirkan ruang perjumpaan yang egaliter, tempat masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi dan menyalurkan energi secara positif melalui sportivitas.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, sepak bola memiliki potensi besar untuk membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat.
“Sepak bola adalah ruang kebersamaan. Di lapangan kita tidak melihat perbedaan, tetapi bagaimana membangun sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan. Ini menjadi salah satu cara Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan suasana yang humanis dan penuh keakraban,” ujar Kapolda.
Menurutnya, Bhayangkara Presisi Lampung FC diharapkan tidak hanya mengejar prestasi di lapangan hijau, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembinaan generasi muda dan menghadirkan ruang-ruang positif bagi masyarakat.
“Harapan kami, Bhayangkara Lampung FC dapat menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Lebih dari itu, keberadaan tim ini bisa menjadi jembatan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” tambahnya.
Semangat kebersamaan tersebut semakin terasa ketika Bhayangkara Presisi Lampung FC membagikan 4.000 jersey secara gratis kepada para suporter. Ribuan masyarakat menyambut antusias pembagian jersey dan mengenakannya secara bersama-sama di Stadion Sumpah Pemuda.
Jersey tersebut tidak sekadar menjadi atribut klub, tetapi menjadi simbol identitas, rasa memiliki dan kebanggaan bersama. Masyarakat, suporter, pemerintah daerah dan Polri berada dalam satu ruang dengan semangat yang sama untuk mendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Rangkaian launching kemudian ditutup dengan friendly match Bhayangkara Presisi Lampung FC kontra Persikad Depok. Pertandingan persahabatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta para suporter.
Melalui momentum tersebut, Bhayangkara Presisi Lampung FC membawa dua misi sekaligus pada musim 2026/2027: meningkatkan prestasi di lapangan dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat di luar lapangan.
Target menembus tiga besar menjadi tantangan olahraga yang harus diperjuangkan, sementara semangat kebersamaan menjadi fondasi agar Bhayangkara Presisi Lampung FC benar-benar tumbuh sebagai klub yang dicintai dan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung.
Dengan demikian, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana sebuah pertandingan mampu mempertemukan masyarakat, membangun persaudaraan dan menghadirkan energi positif bagi Lampung. (***)















