BANDAR LAMPUNG — wartaonelampung.com, Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi tidak mengganggu operasional Pelabuhan Panjang. Hingga Minggu (5/9/2026), seluruh kegiatan pelayanan kepelabuhanan masih berlangsung normal sesuai dengan prosedur operasional dan standar keselamatan yang berlaku.
General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, Hardianto, memastikan pelayanan kepada pengguna jasa, termasuk kegiatan bongkar muat, tetap berjalan seperti biasa. Namun, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi perkembangan kondisi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Kami memastikan pelayanan tetap berjalan dan mengedepankan keselamatan dan keamanan. Seluruh pekerja kami di lapangan kami perintahkan untuk menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi dari paparan abu vulkanik,” jelas Hardianto.
Menurutnya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam menjalankan aktivitas operasional di tengah kondisi tersebut. Para pekerja di lapangan diminta mengikuti prosedur keselamatan serta menggunakan alat pelindung diri untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik.
Pelindo Regional 2 Panjang juga terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional pelabuhan. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan pekerja, keamanan kegiatan kepelabuhanan, serta kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga.
Seluruh pekerja dan pihak terkait di lingkungan Pelabuhan Panjang diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi seluruh prosedur keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan.
Pelindo Regional 2 Panjang juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah operasional selanjutnya apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Dengan langkah tersebut, Pelindo Regional 2 Panjang memastikan kegiatan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kesiapsiagaan di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Rin)















