Brigif 4 Marinir/BS Latih Tim Rescue Ransus Damkar, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

banner 120x600
banner 468x60

LAMPUNG — wartaonelampung.com, Brigade Infanteri 4 Marinir/BS terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya melalui pelatihan Tim Rescue kendaraan khusus (Ransus) Pemadam Kebakaran (Damkar) yang digelar bekerja sama dengan Satuan Damkar Kabupaten Pesawaran.

Pelatihan berlangsung di Mako Brigif 4 Marinir/BS, Lampung, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya satuan dalam meningkatkan kemampuan personel agar mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Dalam pelatihan tersebut, personel Tim Rescue dibekali berbagai kemampuan dasar, mulai dari pengoperasian Ransus Damkar, prosedur penanganan kebakaran, hingga teknik koordinasi dalam proses pemadaman dan evakuasi.

Latihan dilakukan secara bertahap agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, kendaraan beserta seluruh perlengkapannya dapat dioperasikan secara optimal ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., menyampaikan apresiasi atas dukungan pimpinan TNI AL berupa Ransus Damkar untuk memperkuat kesiapsiagaan satuannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangkormar atas dukungan Ransus Damkar untuk Brigif 4 Marinir/BS. Kendaraan ini akan kami siagakan di markas dan dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan,” ujar Danbrigif.

Menurutnya, keberadaan Ransus Damkar tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan internal satuan. Sarana tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan Brigif 4 Marinir/BS untuk membantu masyarakat apabila terjadi musibah kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

“Kendaraan ini tidak hanya untuk kepentingan satuan, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan kami untuk membantu masyarakat apabila menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan,” lanjutnya.

Danbrigif menegaskan, menghadapi ancaman Karhutla diperlukan kesiapan personel yang didukung kecepatan, ketepatan, disiplin, serta koordinasi yang baik. Karena itu, kemampuan anggota perlu terus diasah melalui latihan secara berkala.

“Setiap unsur harus mampu bertindak secara profesional ketika menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Brigif 4 Marinir/BS menunjukkan komitmennya untuk menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan satuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Keberadaan Ransus Damkar pun tidak sekadar menjadi tambahan sarana operasional, tetapi menjadi bagian dari kesiapsiagaan dan pengabdian prajurit untuk memberikan respons ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, baik di lingkungan satuan maupun dalam membantu masyarakat menghadapi bencana kebakaran. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/