BANDAR LAMPUNG – wartaonelampung.com, Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menggelar operasi pasar murah Ramadan tahap kedua yang dilaksanakan secara serentak di 20 kecamatan pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadan.
Salah satu lokasi pelaksanaan pasar murah tersebut berlangsung di Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Erwin, serta Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto.
Mereka meninjau langsung pelaksanaan pasar murah sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan bahwa program pasar murah Ramadan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna menekan kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi selama bulan Ramadan.
“Ini merupakan instruksi dari Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana untuk menekan harga sembako yang naik saat bulan suci Ramadan dan mengantisipasi inflasi selama bulan Ramadan,” ujar Erwin.
Ia menjelaskan bahwa program pasar murah Ramadan ini dilaksanakan dalam tiga tahap selama bulan puasa. Tahap pertama telah dilaksanakan sebelumnya, tahap kedua berlangsung hari ini secara serentak di 20 kecamatan, sementara tahap ketiga akan digelar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Menurut Erwin, kegiatan pasar murah ini tidak hanya didukung oleh stok dari Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, tetapi juga melibatkan Bank Indonesia (BI) serta berbagai retailer lokal yang ada di masing-masing kecamatan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar selama Ramadan agar tetap stabil. “Pemkot Bandar Lampung memastikan stok bahan pokok aman dan mencukupi hingga Idulfitri,” katanya.
Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih murah karena telah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Beberapa komoditas yang tersedia di antaranya beras premium ukuran 5 kilogram dengan subsidi Rp15.000 per sak, gula pasir disubsidi Rp4.000 per kilogram, minyak goreng disubsidi Rp4.000 per kemasan, telur ayam disubsidi Rp5.000 per kilogram, serta tepung terigu disubsidi Rp4.000 per kemasan.
Total barang yang disiapkan dalam kegiatan ini di antaranya beras sebanyak 267 sak ukuran 5 kilogram, beras curah 250 kilogram, minyak goreng 250 kemasan, telur ayam 250 kemasan, serta tepung terigu sebanyak 100 kemasan.
Sementara itu, Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, mengatakan pelaksanaan pasar murah di wilayahnya dipusatkan di Jalan Ikan Terbang karena mempertimbangkan kepadatan penduduk serta kondisi ekonomi masyarakat sekitar yang mayoritas berada pada kelas menengah ke bawah.
Menariknya, selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. “Setelah berbelanja, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang kami sediakan,” kata Budi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengantre sehingga distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar. “Pasokan komoditas terutama beras yang disediakan oleh Pemkot dan Dinas Pangan dipastikan cukup untuk masyarakat, jadi tidak perlu berebut,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Bumi Waras, kegiatan pasar murah Ramadan tahap kedua ini juga dilaksanakan di berbagai kecamatan lainnya, seperti Kemiling, Labuhan Ratu, Langkapura, Panjang, Rajabasa, Sukabumi, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Timur, Tanjung Senang, Telukbetung Barat, Telukbetung Selatan, hingga Telukbetung Timur.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap melalui kegiatan pasar murah ini masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran. (***)















