Berita  

Pertamina Patra Niaga, Yayasan Bina Insan Mulia Madani dan 98 Resolution Network Gelar “Berbagi untuk Negeri”, 500 Ojol Bandar Lampung Terima Bingkisan

banner 120x600
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – wartaonelampung.com, GASPOOL LAMPUNG Kepedulian terhadap para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bandar Lampung kembali diwujudkan melalui kegiatan sosial bertajuk “Berbagi untuk Negeri #WargaPeduliWarga#”.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) tersebut berlangsung di Perumahan Kota Sepang Indah Blok G No. 27, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.

Sedikitnya 500 pengemudi ojol dari berbagai komunitas di Bandar Lampung hadir dalam kegiatan tersebut dan menerima bingkisan sebagai bentuk kepedulian serta apresiasi atas peran mereka dalam membantu mobilitas masyarakat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pertamina Patra Niaga, Yayasan Bina Insan Mulia Madani, dan 98 Resolution Network, dengan dukungan Gaspol Lampung sebagai ruang berkumpul dan berkolaborasi bersama komunitas pengemudi ojol.

Ketua Yayasan Bina Insan Mulia Madani, Afrizal, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan para pengemudi ojol.

Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap hari mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus berupaya mendapatkan rezeki yang halal.

“Beribadah itu tidak hanya di masjid. Ketika kita bekerja dengan niat mencari rezeki yang halal untuk keluarga dan anak-anak, itu juga bagian dari ibadah,” ujar Afrizal.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para pengemudi maupun keluarga mereka.

“Kami hadir membawa sedikit bantuan dan bingkisan. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua dan keluarga di rumah. Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus istiqamah dan kembali bertemu dalam kesempatan-kesempatan seperti ini,” katanya.

Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Ojol

Sementara itu, Ketua 98 Resolution Network, Supriyanto, mengatakan kegiatan “Berbagi untuk Negeri” merupakan bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kepedulian antarmasyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol.

“Kegiatan ini dalam rangka menjalin silaturahmi dan berbagi untuk negeri, warga peduli warga. Kami juga mendapatkan banyak masukan dan aspirasi dari teman-teman ojol,” ujar Supriyanto.

Ia mengatakan, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian komunitas ojol adalah kepastian regulasi serta perlindungan hukum bagi para pengemudi.

Berbagai aspirasi, kata dia, telah mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Namun, perjuangan tersebut tetap perlu dikawal agar kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar memberikan kepastian bagi para pengemudi di lapangan.

“Perjuangan ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita harus tetap bersatu dan berkolaborasi dalam menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang kondusif,” katanya.

Supriyanto berharap ke depan terdapat payung hukum yang semakin jelas mengenai transportasi online, termasuk kepastian posisi pengemudi dalam hubungan kemitraan dengan aplikator maupun operator.

“Kita berharap ke depan ada payung hukum yang jelas tentang transportasi online, sehingga posisi teman-teman semua dalam kemitraan dengan aplikator atau operator juga menjadi jelas secara hukum,” ujarnya.
Miftahul Huda Ajak Ojol Jaga Solidaritas dan Kondusivitas

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Komunitas Ojol Lampung sekaligus Ketua Gaspool Lampung, Miftahul Huda, S.E., M.M., mengajak seluruh pengemudi ojol dari berbagai komunitas untuk terus menjaga solidaritas, persaudaraan dan kondusivitas di tengah masyarakat.

Miftahul Huda menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pengemudi dari berbagai komunitas dalam kegiatan tersebut.

Ia mengingatkan bahwa berbagai dinamika yang pernah terjadi dalam perjuangan komunitas ojol hendaknya menjadi pembelajaran bersama. Menurutnya, perjuangan menyampaikan aspirasi harus tetap dilakukan secara bijak, tanpa mengedepankan tindakan anarkis.

“Kita boleh tegas, tetapi anarkis itu tidak boleh. Kita harus bisa menempatkan diri, menjaga lingkungan, menjaga warga. Semangat warga peduli warga ini yang harus kita jaga bersama,” ujar Miftahul Huda.

Ia menekankan bahwa seluruh pengemudi ojol, baik yang tergabung dalam Gojek, Grab, Gaspool, Legend, Maxim, Shopee maupun komunitas lainnya, pada dasarnya memiliki perjuangan dan profesi yang sama.

“Saya tidak peduli Gojek, Grab, Gaspool, Legend, Maxim, Shopee ataupun yang lainnya. Kita semua sama. Namanya ojol, ya sama-sama ngojek. Tidak perlu saling menyombongkan diri,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan komunitas ojol justru terletak pada solidaritas dan rasa kekeluargaan.Ia juga mendorong agar jiwa sosial para pengemudi terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Salah satunya melalui kerja sama komunitas ojol dalam membantu pelayanan masyarakat, termasuk pengantaran obat kepada pasien melalui kerja sama dengan fasilitas kesehatan.

“Ini yang harus kita kembangkan terus. Jiwa sosial kawan-kawan juga harus dikembangkan. Kalau kita bisa membantu masyarakat, kawan-kawan juga mendapatkan penghasilan. Itu yang paling penting,” katanya.

Miftahul Huda juga menyampaikan bahwa rumah yang menjadi lokasi kegiatan tersebut telah lama menjadi salah satu tempat berkumpul dan berdiskusi komunitas ojol di Lampung.

Ia mengajak seluruh komunitas untuk terus menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai komentar negatif di media sosial.

“Kalau dihujat orang, kita nikmati saja. Selama kita yakin tidak salah, maju terus. Yang penting kita bisa menerima semuanya dengan ikhlas,” ujarnya.

500 Bingkisan Dibagikan

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 paket bingkisan dibagikan kepada para pengemudi ojol dari berbagai komunitas yang hadir.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pengemudi. Mereka menilai perhatian dari berbagai pihak, baik dunia usaha, yayasan, organisasi maupun komunitas, menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Bantuan yang diberikan memang tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi yang dihadapi para pengemudi ojol. Namun, kepedulian tersebut dinilai dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan keluarga sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan dan perjuangan para pengemudi ojol mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

Program “Berbagi untuk Negeri #WargaPeduliWarga#” juga diharapkan tidak berhenti di Bandar Lampung. Perwakilan 98 Resolution Network menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus didorong di berbagai daerah sebagai bagian dari semangat berbagi dan mempererat persaudaraan.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pembagian bingkisan. Lebih dari itu, “Berbagi untuk Negeri” menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menyerap aspirasi, membangun solidaritas dan mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kepedulian.

Pesan yang dibawa pun sederhana: saling peduli, saling membantu, menjaga persaudaraan dan terus memperkuat persatuan. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/