Panglima TNI Tegas: Jauhi Judi Online dan Narkoba, Korem 043/Gatam Perkuat Disiplin Prajurit

banner 120x600
banner 468x60

METRO – wartaonelampung.com, Panglima TNI kembali menegaskan larangan keras bagi seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI untuk terlibat dalam perjudian online, narkoba, tindak kriminal, maupun berbagai bentuk pelanggaran hukum.

Penekanan tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh jajaran TNI agar tidak memberi ruang sedikit pun terhadap perilaku yang dapat merusak disiplin dan mencoreng kehormatan institusi.

Pesan tegas itu ditindaklanjuti Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) dengan memperkuat pembinaan personel, pengawasan, serta penegakan disiplin di seluruh jajaran.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Upacara Bendera Bulanan Korem 043/Gatam yang digelar di Lapangan Korem 043/Gatam, Jalan Veteran Nomor 53, Kota Metro, Senin (19/10/2026).

Upacara dipimpin Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han) yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, Kasrem membacakan amanat Panglima TNI yang menempatkan disiplin, integritas, dan kepatuhan terhadap hukum sebagai bagian penting dari jati diri setiap prajurit.

Panglima TNI mengingatkan bahwa persoalan seperti judi online dan penyalahgunaan narkoba bukan sekadar pelanggaran pribadi. Jika dibiarkan, perilaku tersebut dapat merusak kehidupan prajurit, mengganggu pelaksanaan tugas, sekaligus menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.

Karena itu, seluruh prajurit dan ASN TNI diperintahkan untuk menjauhi tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian konvensional maupun judi online, penipuan, pemerasan, tindak kekerasan, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai aktivitas ilegal lainnya.

Tidak ada toleransi terhadap perilaku yang mencederai kehormatan TNI.

Penekanan tersebut menjadi perhatian serius bagi personel Korem 043/Gatam. Setiap anggota dituntut mampu mengendalikan diri, menaati aturan, menjaga sikap, serta memahami bahwa status sebagai prajurit TNI membawa konsekuensi berupa tanggung jawab moral dan hukum yang harus dijaga setiap saat.

Disiplin, dalam konteks tersebut, tidak hanya berlaku ketika prajurit berada di kantor atau sedang menjalankan tugas. Integritas justru diuji dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana setiap personel menggunakan media sosial, mengelola keuangan pribadi, memilih lingkungan pergaulan, dan mengambil keputusan di luar kedinasan.

Korem 043/Gatam menegaskan bahwa arahan Panglima TNI akan menjadi bagian penting dalam pembinaan personel dan penguatan pengawasan di seluruh satuan.

Para komandan dan atasan dituntut tidak sekadar memberikan perintah, tetapi juga menjadi teladan sekaligus melakukan pengawasan melekat terhadap anggota.

Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar persoalan personal tidak berkembang menjadi pelanggaran yang berujung pada kerugian bagi prajurit maupun institusi.

Selain persoalan disiplin dan hukum, amanat Panglima TNI juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan operasional, penguasaan teknologi pertahanan, serta penguatan ketahanan wilayah di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.

Prajurit Korem 043/Gatam dituntut terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan kesiapan operasional sehingga mampu menjawab setiap tantangan tugas dengan cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Upacara tersebut turut diikuti Kasiren Korem 043/Gatam Kolonel Inf Yogi Bahtiar, S.Kom., M.B.A., Dandenpom II/3 Lampung, para Dan/Balakrem, personel Bintara dan Tamtama, PNS Korem 043/Gatam, serta anggota Kodim 0411/LT, Kodim 0429/Lamtim dan satuan dinas jawatan jajaran Korem 043/Gatam.

Rangkaian upacara meliputi pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, serta pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, dan Panca Prasetya Korpri.

Melalui momentum tersebut, Korem 043/Gatam menegaskan bahwa pemberantasan perilaku menyimpang di lingkungan satuan bukan sekadar persoalan penindakan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter prajurit yang kuat, disiplin, dan berintegritas.

Judi online, narkoba, dan pelanggaran hukum harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap profesionalisme prajurit. Sebab, satu pelanggaran tidak hanya mempertaruhkan masa depan individu, tetapi juga dapat menyeret nama baik satuan dan merusak kepercayaan masyarakat yang menjadi modal utama TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/