Berita  

Haul ke-9 Majelis Taklim Hidayatul Mustafid Al-Zawari, Ratusan Warga Garuntang Larut dalam Doa dan Kerinduan kepada Ulama

banner 120x600
banner 468x60

BANDAR LAMPUNG — wartaonelampung.com, Ratusan warga Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, menghadiri peringatan haul Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani, almarhum KH. Shamsudin bin Haji Abdul Qosim Cidahu, almarhum Haji Muhammad Gaos bin Haji Muhammad Wira, serta para sesepuh Garuntang yang ke-9. Kegiatan keagamaan tersebut digelar pada Minggu malam (18/10/2026).

Haul yang diselenggarakan Majelis Taklim Hidayatul Mustafid Al-Zawari ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang jasa para ulama dan sesepuh, sekaligus memperkuat ikatan spiritual, kecintaan terhadap guru, serta tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Hadir sebagai penceramah, Kiai Abidzar Al-Gifari dari Rangkasbitung, Lebak, Banten. Acara tersebut juga dihadiri Lurah Garuntang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala lingkungan, para ketua RT, tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah dari lingkungan Garuntang dan sekitarnya.

Suasana penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan yang menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam doa bersama dan mengenang keteladanan para ulama yang telah memberikan kontribusi bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

Ketua Majelis: Mencari Keberkahan Ilmu dan Menghormati Guru

Ketua Majelis Taklim Hidayatul Mustafid Al-Zawari, Muhammad Fatahillah Sanusi, menjelaskan bahwa haul tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, ulama, dan sesepuh yang telah mendahului.

Menurutnya, kegiatan ini dilandasi kerinduan terhadap para guru sekaligus harapan agar ilmu dan nasihat yang telah diwariskan dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

“Haul ini kami adakan semata-mata untuk mengharapkan keberkahan dari para guru dan ulama yang telah membagikan ilmu serta membimbing kami. Kami berharap seluruh jamaah yang hadir juga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ungkap Muhammad Fatahillah Sanusi.

Ia menegaskan, mengenang para ulama tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial.Lebih dari itu, nilai-nilai kebaikan, nasihat, dan ilmu yang mereka ajarkan perlu terus dijaga serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, haul menjadi salah satu ikhtiar untuk merawat hubungan batin antara murid dan guru, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ulama sebagai pewaris ilmu dan tuntunan keagamaan.

Merawat Tradisi, Memperkuat Persatuan Warga

Pelaksanaan haul ke-9 ini juga memperlihatkan peran majelis taklim sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Kehadiran unsur pemerintahan kelurahan, aparat kewilayahan, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan keterlibatan berbagai elemen dalam mendukung kehidupan sosial dan keagamaan di Garuntang.

Di tengah perubahan zaman, tradisi haul memiliki makna penting sebagai sarana mengingat kembali perjuangan para pendahulu, menanamkan penghormatan kepada guru, serta mempererat silaturahmi antargenerasi.

Melalui kegiatan tersebut, Majelis Taklim Hidayatul Mustafid Al-Zawari berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap ulama terus tumbuh di tengah masyarakat.

Peringatan haul ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan terbesar seorang guru bukan hanya nama yang dikenang, melainkan ilmu, akhlak, dan keteladanan yang terus hidup dalam perilaku para muridnya.

Dengan terselenggaranya haul ke-9 ini, tradisi penghormatan kepada ulama dan sesepuh di Garuntang diharapkan tetap terpelihara, menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, serta memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan saling menghargai. (Rin)

banner 325x300
https://smansakotaserang.sch.id/halaman/ https://www.osecac.org.ar/Novedades/ https://learnitnow.stfrancis.edu/