TIMIKA — wartaonelampung.com, Pengabdian di medan tugas tidak hanya menuntut keberanian, tetapi juga disiplin, loyalitas, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap tantangan. Atas dedikasi tersebut, sebanyak 49 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
Pemberian KPLB tersebut menjadi bentuk penghargaan atas prestasi dan pengabdian para prajurit selama menjalankan tugas negara di wilayah Papua. Prosesi kenaikan pangkat dilaksanakan di Gedung Serba Guna Yonif 754/ENK, Timika, Papua, Kamis (22/10/2026).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI dan dihadiri Panglima Kogabwilhan III, Wakil Panglima Kogabwilhan III, Panglima Koops TNI Habema, Danpasmar 3, para pejabat Koops TNI Habema, Danlanal Timika, serta sejumlah pejabat terkait.
Kenaikan pangkat luar biasa bukan sekadar perubahan tanda pangkat di pundak. Bagi 49 prajurit tersebut, KPLB merupakan bentuk pengakuan institusi atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan ketika menjalankan tugas di medan operasi.
Penyematan tanda pangkat baru dan penyerahan piagam penghargaan menjadi bagian utama prosesi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan perwira tertua, laporan perwira acara, serta pemberian ucapan selamat oleh Panglima TNI dan para pejabat kepada para prajurit penerima KPLB.
Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para prajurit JAWARA Brigif 4 Marinir/BS yang menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, KPLB merupakan bentuk pengakuan atas prestasi sekaligus pengabdian prajurit dalam mengemban amanah negara.
“Penghargaan ini hendaknya menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan yang diterima para prajurit tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan pribadi maupun satuan. Prestasi tersebut harus menjadi energi untuk mempertahankan dan meningkatkan standar pengabdian sebagai prajurit Korps Marinir.
“Jadikan pencapaian ini sebagai teladan bagi seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan satuan dan Korps Marinir TNI Angkatan Laut,” lanjutnya.
KPLB yang diterima 49 prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Gobang VII Yonif 9 Marinir sekaligus menegaskan bahwa setiap pengabdian di medan tugas memiliki nilai dan penghargaan tersendiri.
Di tengah tuntutan tugas pengamanan wilayah perbatasan, para prajurit dituntut untuk tetap profesional, disiplin, dan siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan. Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat motivasi prajurit untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjaga nama baik satuan dan Korps Marinir.
Bagi para penerima KPLB, pangkat baru bukanlah garis akhir. Justru menjadi tanggung jawab baru untuk membuktikan bahwa penghargaan atas pengabdian harus dibayar dengan kinerja, loyalitas, dan profesionalisme yang semakin tinggi. (Rin)















