Serentak di 20 Kecamatan, Pasar Murah Pemkot Bandar Lampung Diserbu Warga

banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung – wartaonelampung.com, Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menggelar pasar murah Ramadhan secara serentak di 20 kecamatan, Kamis (26/2/2026).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan, program ini digelar untuk menekan lonjakan harga bahan pokok jelang Idulfitri sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama bulan puasa.

Ia mengimbau masyarakat tetap tertib saat mengantre agar seluruh warga bisa terlayani dengan baik. Warga juga disarankan membawa uang pas guna mempercepat proses transaksi di kasir dan menghindari antrean panjang.Kami ingin kegiatan ini berjalan lancar dan semua warga bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

1. Sediakan sembako bersubsidi

Dalam pasar murah ini, pemerintah menyediakan berbagai komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, cabai merah keriting, hingga bawang merah. Harganya lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Erwin menjelaskan, harga terjangkau tersebut diberikan berkat subsidi dari pemerintah daerah. Program ini juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Idul Fitri 2026.

“Kami menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar untuk membantu masyarakat selama Ramadan,” katanya.

2. Ada tiga tahap

Pasar murah Ramadhan ini dilaksanakan dalam tiga tahap dan menyasar seluruh 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung.

Tahap pertama digelar pada 26 Februari, tahap kedua pada 5 Maret, dan tahap ketiga pada 12 Maret 2026. Pemerintah memastikan stok bahan pokok aman hingga Idulfitri dan akan terus memantau perkembangan harga selama bulan puasa.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok sembako aman dan mencukupi,” tegas Erwin.

3. BI sosialisasikan QRIS untuk transaksi digital

Asisten Analis Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Anas Ikhsanudin, mengatakan sinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung bertujuan mendorong digitalisasi transaksi di masyarakat.

“QRIS bukan hanya untuk mempermudah transaksi, tapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menggunakan sistem pembayaran digital ini,” ujarnya.

Menariknya, hasil penjualan melalui QRIS dalam pasar murah ini tidak masuk ke kas Bank Indonesia. Dana yang terkumpul akan dialokasikan melalui skema wakaf untuk pembangunan sumur produktif di Pringsewu, sehingga memberi manfaat sosial jangka panjang. (**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *