Bandar Lampung – wartaonelampung.com, 22 Agustus 2025 Sebagai Puncak Hari Indonesia Menabung
(HIM) 2025 di Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung
menggelar kegiatan Edukasi Literasi dan Iklusi Keuangan serta Pengukuhan Duta
Literasi kepada 500 Mahasiswa Duta Generasi Berencana (Duta Genre) di Aula
Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi
Lampung, Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bursa Efek Indonesia (BEI)
Lampung, Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas ini, telah dilakukan pembukaan
rekening Tabungan dan rekening Saham bagi peserta.
Acara ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala
Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Bapak Nurwanto; Wakil Gubernur
Lampung yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Ibu
Rinvayanti; Rektor ITERA yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum,
Bapak Arif Rohman; Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ibu
Soetriningsih; Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung yang diwakili oleh
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SP-PUR,
Bapak Hendra; perwakilan BEI Lampung; perwakilan Bank Mandiri; serta
perwakilan Mandiri Sekuritas.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Divisi
Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Bapak Nurwanto, menegaskan bahwa Hari
Indonesia Menabung menjadi momentum penting untuk menanamkan budaya
literasi keuangan sejak dini, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Edukasi ini tidak hanya menekankan pentingnya menabung, tetapi juga
pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, investasi legal, dan kewaspadaan
terhadap praktik keuangan ilegal.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, OJK juga mendorong mahasiswa untuk mengenal
menabung saham atau berinvestasi di pasar modal. Dengan berinvestasi saham,
generasi muda tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga memiliki kesempatan
untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Selain itu,
menabung saham dapat melatih kedisiplinan finansial, membiasakan perencanaan
keuangan, serta membuka peluang untuk ikut berkontribusi langsung dalam
pertumbuhan perusahaan dan perekonomian nasional.
“Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan
tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 66,46% dan inklusi
keuangan mencapai 80,51%. Khusus usia 18–25 tahun, literasi keuangan mencapai
73,22% dengan inklusi 89,96%. Angka ini menunjukkan potensi besar generasi
muda sebagai motor penggerak literasi dan inklusi keuangan nasional,” ujar
Nurwanto.
OJK juga mengingatkan generasi muda untuk waspada terhadap modus kejahatan
keuangan digital, seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi
online. Masyarakat diimbau hanya menggunakan layanan keuangan yang berizin
serta dapat menghubungi Kontak OJK 157 maupun Indonesia Anti Scam Center
(IASC) untuk memastikan legalitas lembaga keuangan. Melalui Kontak OJK 157,
masyarakat dapat memperoleh informasi, edukasi, sekaligus menyampaikan
pengaduan terkait produk dan layanan jasa keuangan, sementara IASC menjadi
kanal khusus untuk memverifikasi dan melaporkan dugaan penipuan atau investasi
ilegal.
Rektor ITERA melalui perwakilannya menyampaikan bahwa literasi keuangan
merupakan salah satu kompetensi pokok bagi mahasiswa untuk membangun
kemandirian dan daya saing di era Indonesia Emas 2045. Mahasiswa diharapkan
tidak hanya mampu mengatur keuangan pribadi, tetapi juga menumbuhkan jiwa
kewirausahaan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung menekankan pentingnya kesiapan
ekonomi sebagai bagian dari perencanaan kehidupan berkeluarga. Melalui program
Generasi Berencana (GenRe), BKKBN bersama OJK dan mitra strategis lainnya
mendorong remaja agar memiliki sikap bijak dalam mengelola keuangan,
menabung, dan berinvestasi sejak dini.
Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian
menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan pondasi penting pembangunan
manusia di era digital. Generasi muda diharapkan tidak hanya cerdas akademis,
tetapi juga mampu membangun kebiasaan finansial yang sehat agar siap
menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, OJK Provinsi Lampung bersama BKKBN, BI, BEI,
Bank Mandiri, dan Mandiri Sekuritas berharap budaya menabung dapat benar-
benar mengakar di kalangan remaja dan mahasiswa, sehingga mereka menjadi
individu mandiri, cerdas finansial, dan siap menjadi agen perubahan menuju
masyarakat yang sejahtera dan inklusif.