Way Kanan – wartaonelampung.com, 21 Agustus 2025 Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun
(HUT) ke-47 Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi
Lampung mendukung penuh kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)
pembangunan Jembatan Bumi Ayu di Kabupaten Way Kanan. Program ini menjadi
wujud nyata bahwa industri pasar modal tidak hanya berperan dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap
masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Acara peresmian jembatan dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung yang diwakili
oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1, Bapak Nurwanto;
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI), Bapak
Kristian Sihar Manullang; Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),
Ibu Umi Kulsum; Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Ibu Eqy
Essiqy; serta perwakilan dari Yayasan Sahabat Pedalaman, jajaran pemerintah
daerah, kepolisian, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, OJK
menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik,
melainkan juga simbol hadirnya pasar modal dan industri jasa keuangan di tengah
masyarakat.
“Jembatan Bumi Ayu tidak hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi
jembatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Dengan akses yang lebih
baik, anak-anak dapat menempuh pendidikan dengan mudah, warga memperoleh
layanan kesehatan lebih cepat, dan masyarakat dapat menjangkau layanan
keuangan formal. Hal ini penting karena masih ada kesenjangan antara tingginya
penggunaan layanan keuangan dengan rendahnya pemahaman masyarakat
terhadap cara mengelolanya secara bijak,” ujar Nurwanto.
Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Dukungan Bisnis KPEI, Umi
Kulsum, menyampaikan bahwa keberadaan Jembatan Bumi Ayu sangat penting
dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Sebelumnya, warga
menghadapi risiko tinggi saat menggunakan jembatan lama yang sudah tidak layak,
namun tetap menjadi satu-satunya akses menuju sekolah, puskesmas, kebun, dan
pasar.
Dengan jembatan baru sepanjang 60 meter yang telah resmi digunakan, kini
masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman.
Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar akses pendidikan, memudahkan
pelayanan kesehatan, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Dengan berdirinya jembatan ini, pasar modal Indonesia menunjukkan
kepeduliannya tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,
tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses
pendidikan yang lebih mudah, layanan kesehatan yang lebih cepat dijangkau, serta
peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga di pelosok daerah.
OJK Provinsi Lampung mengapresiasi sinergi BEI, KPEI, KSEI, Yayasan Sahabat
Pedalaman, serta pemerintah daerah dalam merealisasikan program CSR ini.
Kolaborasi serupa diharapkan dapat terus berlanjut di wilayah lain di Provinsi
Lampung, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat
pembangunan infrastruktur sekaligus peningkatan literasi dan inklusi keuangan.