Bandar Lampung – wartaonelampung.com, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menyatakan dukungan terhadap rencana revitalisasi kawasan eks tambak Udang Bumi Dipasena yang melibatkan kolaborasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta sektor swasta.
Menurut Mikdar, upaya tersebut tidak sekadar berorientasi pada pembenahan fisik tambak, melainkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau petambak bisa kembali memproduksi seperti masa kejayaannya, tentu ini sangat positif. Perputaran ekonomi akan kembali hidup dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” ujar Mikdar, Selasa (24/02/2026).
Ia meyakini, apabila revitalisasi berjalan optimal, kawasan Dipasena di Kabupaten Tulang Bawang berpeluang kembali menjadi sentra produksi Udang nasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan petambak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Mikdar menilai potensi pasar domestik juga terbuka lebar, terutama melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan rencana pembangunan sekitar 1.300 dapur MBG di Lampung, kebutuhan pasokan protein dari sektor perikanan diperkirakan meningkat signifikan.
“Ini menunjukkan peluang pasar yang sangat besar bagi petambak lokal. Jika Dipasena kembali optimal, maka Lampung memiliki posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tambahnya.
Ia mendorong agar revitalisasi dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Langkah tersebut, menurutnya, perlu mencakup pembenahan infrastruktur, perbaikan jaringan kanal, peningkatan sarana produksi, kepastian regulasi, serta jaminan keamanan berusaha bagi para petambak.
Selain itu, modernisasi sistem budidaya dan penerapan teknologi juga dinilai penting guna meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing produk udang Lampung di pasar ekspor.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, Mikdar optimistis Bumi Dipasena dapat kembali menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional maupun internasional. (***)















